Contoh Social Media Admin Portofolio / Portofolio Social Media Admin / Cara membuat portofolio / Cara membuat CV yang menarik
APA ITU UTILITARIANISME BISNIS?
Menurut paham
Utilitarianisme bisnis adalah etis, apabila kegiatan yang dilakukannya dapat
memberikan manfaat yang sebesar-besarnya pada konsumen dan masyarakat. jadi
kebijaksanaan atau tindakan bisnis yang baik adalah kebijakan yang menghasilkan
berbagai hal yang baik, bukan sebaliknya malah memberikan kerugian.
Didalam utilitarianisme
memiliki dua teori yaitu sebagai berikut yang pertama yaitu
Utilitarianisme Tindakan yang artinya Suatu tindakan itu dianggap baik kalau
tindakan itu membawa akibat yang menguntungkan. Dan yang kedua yaitu
Utilitarianisme Peraturan yang artinya Teori ini merupakan perbaikan dari
utilitarianisme tindakan. Sesuatu itu dipandang baik kalau ia berguna dan tidak
melanggar peraturan yang ada.
Etika Bisnis dan
Utilitarianisme dalam Bisnis sangat diperlukan dan berpengaruh besar dalam
bisnis karena pelanggan merasa loyal dengan pelayanan yang dilakukan oleh
si pelaku bisnis, namun memiliki kelemahan yaitu mengorbankan kepentingan
minoritas untuk kepentingan yang lebih besar. Hal itu harus dicermati sebagai
kekurangan yang harus diperbaiki dengan cara meningkat kan kepedulian
terhadap kaum minoritas tersebut, sehingga tidak merasa dikucilkan dalam Bisnis
tersebut. Dengan cara baik dan saling menguntungkan kaum minoritas dan
mayoritas, maka bisnis yang dijalankan tersebut akan mendapat kepercayaan
yang besar dari berbagai kaum mayoritas maupun kaum minoritas dalam
bisnis yang dijalakan tersebut. Dengan demikian Etika Bisnis sebagai bentuk
pertanggaung jawaban yang baik dalam menjelaskan kepada seluruh orang yang
terlibat dalam bisnis agar memahami bisnis yang dilakukan dengan baik dan cara
yang benar.
Dengan memperhatikan asal usul istilah ini kita sudah bisa
menduga mak sudnya. "Utilitarisme" berasal dari kata Latin utilis
yang berarti ”bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika
membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang
melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Jadi, Utilitarisme ini tidak boleh
dimengerti dengan cara egoistis. Menurut suatu perumusan terkenal, dalam rangka
pemikiran utilitarisme (utilitarianism) kriteria untuk menentukan baik buruknya
suatu perbuatan adalah the greatest happiness of the greatest number,
kebahagiaan terbesar dari jumlah orang terbesar. Perbuatan yang sempat
mengakibatkan paling banyak orang merasa senang dan puas adalah perbuatan yang
terbaik.
Utilitarisme disebut lagi suatu teori teleologis (dari kata
Yunani telos = tujuan), sebab menurut teori ini kualitas etis suatu perbuatan
diperoleh dengan dicapainya tujuan perbuatan. Perbuatan yang memang bermaksud
baik tetapi tidak menghasilkan apa apa, menurut utilitarisme tidak pantas
disebut baik. Menepati janji, berkata benar, atau menghormati milik orang
adalah baik karena hasil baik yang dicapai dengannya, bukan karena suatu sifat
intern dari per buatan perbuatan tersebut. Sedangkan mengingkar janii,
berbohong, atau men curi adalah perbuatan buruk karena akibat buruk yang
dibawakannya, bukan karena suatu sifat buruk dari perbuatan perbuatan itu.
Utilitarisme dapat memberi tempat juga kepada pengertian "kewajiban”, tapi
hanya dalam arti bahwa manusia harus menghasilkan kebaikan dan bukan keburukan.
Dalam perdebatan antara para etikawan, teori utilitarisme
menemui banyak kritik. Keberatan utama yang dikemukakan adalah bahwa
utilitarisme tidak berhasil menampung dalam teorinya dua paham etis yang amat
penting, yaitu keadilan dan hak. Dengan maksud mencari jalan keluar dari
kesulitan terakhir ini, beberapa utilitaris telah mengusulkan untuk membedakan
dua macam utilitarisme: Utilitarianisme perbuatan (act utilitarianism), dan
utilitarisme aturan (rule utili tarianism). Yang dijelaskan di atas mereka
tegaskan adalah utilitarisme perbuatan. Di situ prinsip dasar utilitarisme
(manfaat terbesar bagi jumlah orang terbesar) diterapkan pada perbuatan.
Manfaatnya Dalam Bisnis
Utilitarianisme sebagai teori etika cocok sekali dengan
pemikiran ekonomis. Misalnya, teori ini cukup dekat dengan cost benefit
analysis yang banyak dipakai dalam konteks ekonomi. Manfaat yang dimaksudkan
Utilitarianisme bisa dihitung juga sama seperti kita menghitung untung dan rugi
atau kredit dan debet dalam konteks bisnis. Dan memang pemah ada penganut
Utilitarianisme yang mengusahakan perhitungan macam itu di bidang etika.
Nilai positif
Utilitarianisme terletak pada sisi rasionalnya dan universalnya. Rasionalnya
adalah kepentingan orang banyak lebih berharga dari pada kepentingan
individual. secara universal semua pebisnis dunia saat ini berlomba-lomba
mensejahterakan masyarakat dunia, selain membuat diri mereka menjadi sejahtera.
berbisnis untuk kepentingan individu dan di saat yang bersamaan
mensejahterakan masyarakat luas adalah pekerjaan profesional sangat
mulia. dalam teori sumber daya alam dikenal istilah Backwash Effect,
yaitu di mana pemanfaatan sumber daya alam yang terus menerus akan semakin
merusaka kualitas sumber daya alam itu sendiri, sehingga diperlukan adanya
upaya pelastarian alam supaya sumber daya alam yang terkuras tidak habis
ditelan jaman.
Kelemahan Etika
Utilitarisme:
• Pertama, manfaat
merupakan konsep yg begitu luas shg dalam kenyataan praktis akan menimbulkan
kesulitan yg tidak sedikit.
• Kedua, etika
utilitarisme tidak pernah menganggap serius nilai suatu tindakan pd dirinya
sendiri dan hanya memperhatikan nilai suatu tindakan sejauh berkaitan dg
akibatnya.
• Ketiga, etika
utilitarisme tidak pernah menganggap serius kemauan baik seseorang
• Keempat, variabel yang
dinilai tidak semuanya dapat dikualifikasi.
• Kelima, seandainya
ketiga kriteria dari etika utilitarisme saling bertentangan, maka akan ada
kesulitan dlam menentukan proiritas di antara ketiganya
• Keenam, etika
utilitarisme membenarkan hak kelompok minoritas tertentu dikorbankan demi
kepentingan mayoritas
Nilai positif etika utilitarianisme
• Pertama, Rasionalitas
:Utilitarianisme tidak menerima saja norma moral yang ada. Ia mempertanyakan
dan ini mengandaikan peran rasio. Utilitarianisme ini bersifat rasional karena
ia mempertanyakan suatu tindkan apakah berguna atau tidak. Dalam kasus seks pra
nikah tadi, utilitarianisme mempertanyakan sebab-sebab seks pra nikah dilarang.
•Kedua, utilitarianisme
sangat menghargai kebebasan setiap pelaku moral
• Ketiga, Universalitas
:semboyan yang terkenal dari utilitarianisme adalah sesuatu itu dianggap baik
kalau dia memberi kegunaan yang besar bagi banyak orang. Hal ini sering dipakai
dalam politik dan negara.
Kesimpulan
Kita dapat
menyimpulkan bahwa Utilitarianisme aturan membatasi diri pada
justifikasi aturan-aturan moral. Dengan demikian mereka memang dapat meng
hindari beberapa kesulitan dari Utilitarianisme perbuatan. Karena itu
Utilitarianisme aturan ini merupakan suatu upaya teoritis yang menarik.
DAFTAR PUSTAKA
Ernawan Erni,
2011. Business Ethics, Bandung : Alfabeta
Keraf, Sony. 2012. Etika Bisnis, Tuntutan dan Relevansinya. Edisi
Baru Yokyakarta
Velasquesz,
Manuel G (2002). Business Ethics: Concepts and Chases, Fith edition.
Prentuce Hall.
http://yueziruwan.blogspot.com/2013/09/etika-utilitarianisme-dalam-bisnis.html
https://spidolbekas.wordpress.com/2012/10/21/etika-utilitarianisme-dalam-bisnis/
http://bachdim25.blogspot.com/2013/10/bab-3-etika-utilitarianisme-dalam-bisnis.html
Komentar
Posting Komentar