Hallooo dedek dedek yang lagi sibuk prepare untuk membuat Tugas akhir..
Disini aku mau berbaik hati untuk sedikit share Proposal pra Tugas Akhir aku, ini masuk mata kuliah Metodelogi Penelitian namanya. Happy enjoyyyy !! Untuk yg mau tanya tanya, silahkan komen aja......
YUKK,
CEKIDOT
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang Pemikiran
Tingkat
pencari kerja di Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan
ini terus diperkuat dengan adanya para lulusan baru (fresh graduate) pada setiap tahunnya. Dari mulai tingkat SMA, SMK
maupun Strata dan juga ada faktor lain seperti meningkatnya penduduk di ibukota
besar, Jakarta misalnya. Peningkatan ini terjadi juga karena adanya perpindahan
penduduk dari wilayah desa ke wilayah kota. Hal ini terjadi karena masih
menjadi budaya di Indonesia tentang pemikiran bahwa setiap orang yang ingin
sukses maka harus pindah ke wilayah yang lebih baik. Jabodetabek masih menjadi
primadona bagi para penduduk desa yang rela mengadu nasib dengan harapan untuk
mendapat kehidupan yang lebih baik dari pada hidup di desa. Penyebab utama dari
fenomena ini tentu berlandaskan keadaan ekonomi yang memaksa mereka untuk
melakukan hal tanpa memikirkan hambatan dan ancaman yang akan mereka hadapi
ketika hidup di ibukota nanti. Kebanyakan dari mereka beranggapan bahwa
kehidupan di ibukota akan membawa mereka ke arah sukses dan sejahtera. Ini merupakan suatu tugas yang sangat
besar bagi pemerintah untuk menanggulangi tingkat kepadatan penduduk yang
berujung kepada pencari kerja secara massal hingga meningkatnya pengangguran
intelektual.
Kinerja
pemerintah setempat dalam penyerapan tenaga kerja di kota kota besar memang
sudah cukup maximal, akan tetapi masih akan kurang maximal apabila jumlah
kepadatan penduduk terlalu besar dari pada jumlah kuota yang tersedia untuk
penyerapan tenaga kerja. Penting bagi kita untuk membuat suatu wadah untuk
dapat menyalurkan bakat dan minat seseorang untuk berwirausaha, tentu agar
terciptanya suatu hal yang baru yaitu ekonomi mandiri tanpa harus bersusah payah
mencari pekerjaan untuk terus melangsungkan kehidupan. Dan juga bisa dijadikan
suatu kegiatan alternatif yang produktif untuk mendapat tambahan pendapatan.
Untuk itu penting bagi organisasi Rumah Entrepreneur
memberikan kesempatan bagi mahasiswa kampus untuk bebas membuat produk dan
menitipkan produknya dengan sistem konsiyansi.
Dari latar belakang inilah saya mengambil
judul “Prosedur penitipan produk pada
Rumah Entrepreneur” untuk dapat
membagi informasi mengenai tata cara pelaksanaan mengenai hal tersebut.
1.2.
Alasan
pemilihan objek
Adapun alasan untuk memilih objek di Rumah
Entrepreneur di divisi Pengembangan
usaha dikarenakan penulis sebagai anggota aktif pada organisasi tersebut dan
memudahkan penulis untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan.
1.3. Tujuan dan Manfaat Penulisan
1.3.1.
Adapun
tujuan penulisan ini adalah :
1. Untuk
mengetahui Prosedur Penitipan Produk pada Rumah Entrepreneur.
2. Untuk
mengetahui hambatan-hambatan yang dialami dalam Prosedur Penitipan Produk pada
Rumah Entrepreneur.
3. Untuk
mengetahui solusi-solusi yang dilakukan dalam menyelesaikan hambatan-hambatan
Prosedur Penitipan Produk pada Rumah Entrepreneur.
1.3.2.
Manfaat
Penulisan
Penulis berharap agar penulis ini dapat
bermanfaat bagi beberapa pihak antara lain :
1. Bagi
Penulis
Dalam lapoaran Tugas Akhir ini dapat
mengaplikasikan ilmu yang di dapat pada bangku kuliah di Politeknik LP3I
Jakarta Kampus Bekasi. Selain itu sebagai tambahan dan informasi mengenai
promosi serta masalah masalah yang dihadapi.
2. Bagi
Rumah Entrepreneur
Laporan ini dapat djadikan tambahan
informasi secara objektif kepada Rumah Entrepreneur,
mengenai kegiatan promosi yang telah dilaksanakan, sehingga Rumah Entrepreneur dapat meningkatkan
kinerjanya khususnya divisi Pengembangan Usaha.
3. Bagi
Dunia Pendidikan
Laporan ini dapat di gunakan sebagai
informasi, khasanah wacana ke perusahaan serta dapat digunakan sebagai
referensi bagi penelitiam selanjutnya.
1.4.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan judul di atas, maka penulis
merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana
prosedur penitipan produk pada Rumah Entrepreneur
?
2. Hambatan
hambatan apa yang terjadi dalam prosedur penitipan produk pada Rumah Entrepreneur ?
3. Bagaimana
solusi yang dilakukan dalam menyelesaikan hambatan di Rumah Entrepreneur ?
1.5.
Batasan
Masalah
Penulis membatasi masalah hanya pada
prosedur penitipan produk pada Rumah Entrepreneur.
Dikarenakan penulis hanya melakukan observasi pada melakukan observasi pada
kegiatan penitipan produk saja bidang tersebut.
1.6.
Metodelogi
Penulisan
Metodelogi yang digunakan dalam “Prosedur
Penitipan Produk pada Rumah Entrepreneur”
adalah sebagai berikut :
1. Studi
Lapangan
Yaitu melakukan observasi pada Rumah Entrepreneur serta mengumpulkan
data-data yag dibutuhkan sesuai dengan objek yang dikaji yaitu observasi dan
wawancara langsung dengan narasumber
2. Studi
Pustaka
Yaitu teori-teori hasil pembelajaran literature, buku-buku penunjang kajian,
catatan-catatan maupun referensi lain yang bersifat tertulis.
1.7.
Sistemastika
Penulisan
Dalam penulisan ini, penulis membagi
organisasi karangan ke dalam 5 bab, setiap bab terdiri atas beberapa bagian
yang dirinci dengan bagian yang lebih kecil.
BAB I
: PENDAHULUAN
Dalam bab ini mengemukakan tentang latar
belakang masalah, alasan pemilihan objek, rumusan masalah, batasan masalah,
tujuan dan manfaat penulisan, metodelogi penulisan, sistematika penulisan.
BAB II
: TINJAUAN PUSTAKA
Merupakan dasar dari teori ilmu
pengetahuan pelengkap yang berkaitan dengan pokok permsalahan. Pada bab ini
diuraikan mengenai pengertian prosedur, pengertian penitipan, pengertian
produk.
BAB
III : PROFIL RUMAH ENTREPRENEUR
Dalam bab ini diuraikan tentang segala
sesuatu yang terkait dengan sejarah singkat Rumah Entrepreneur, visi dan misi, Struktur organisasi Rumah Entrepreneur.
BAB IV
: PEMBAHASAN
Pada bab ini penulis melakukan kajian
mengenai prosedur pada Rumah Entrepreneur,
Hambatan-hambatan yang dihadapi dalam prosedur penitipan produk dan solusi yang
dilakukan dalam menghadapi hambatan atau masalah.
BAB V
: PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan dan saran-saran
yang berguna bagi Rumah Entrepreneur
sebagai bahan masukan dalam pengambilan keputusan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.
Pengertian Prosedur
Menurut
Wikipedia :
“Prosedur adalah
serangkaian aksi yang spesifik, tindakan atau operasi yang harus dijalankan
atau dieksekusi dengan cara yang baku (sama) agar selalu memperoleh hasil yang
sama dari keadaan yang sama, semisal prosedur kesehatan dan keselamatan kerja,
Prosedur Masuk Sekolah, Prosedur berangkat sekolah, dan sebagainya”
Menurut Ida Nuraida :
“Prosedur adalah urutan langkah-langkah (atau
pelaksanaan-pelaksanaan pekerjaan), di mana pekerjaan tersebut dilakukan,
berhubungan dengan apa yang dilakukan, bagaimana melakukannya, bilamana
melakukannya, di mana melakukannya, dan siapa yang melakukannya.
Menurut
A.S. Moenir :
Prosedur
umum, yaitu prosedur-prosedur yang menyangkut bidang pekerjaan yang bersifat
umum (general) dan berlaku secara nasional yang menjadi tanggung jawab Manajer
atas. Prosedur umum ini kadang-kadang demikian luas berlakunya sehingga
melampaui batas-batas nasional.
Prosedur
khusus (lokal), yaitu prosedur yang dibuat dan hanya berlaku secara lokal
artinya untuk lingkungan tertentu, yang menjadi tanggung jawab manajer di
tempat itu (atas, menengah atau bawah, tergantung luas lingkup prosedur itu).
2.2.
Pengertian Penitipan
Menurut KB :
”Penitipan adalah bailment yaitu
penyerahan barang kepada seseorang yang dipercaya dengan syarat barang tersebut
akan dikembalikan apabila tujuan penjaminan atas barang tersebut telah selesai dilaksanakan; penyimpan bertanggung
jawab atas keamanan barang yang dissimpankan tersebut”
2.3. Pengertian Produk
Menurut Kotler :
“Produk adalah segala
sesuatu yang dapat ditawarkan kepasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli,
digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan.
Secara konseptual produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas sesuatu
yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui
pemenuhan kebutuhan dan kegiatan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan
kapasitas organisasi serta daya beli pasar”
Menurut
Kotler dan Keller (2008) :
Produk adalah elemen kunci dalam keseluruhan penawaran
pasar. Selain itu produk dapat pula didefinisikan sebagai persepsi konsumen
yang dijabarkan oleh produsen melalui hasil produksinya (Tjiptono, 2008).
BAB III
PROFIL ORGANISASI
3.1. Sejarah Organisasi Rumah Entrepreneur
Pada
masa pembangunan dan era perdagangan global saat ini, sangat dibutuhkan mental
dan kemampuan wirausaha agar Indonesia mampu bersaing dengan dunia luar.
Wirausaha tidak hanya untuk orang yang memiliki banyak modal, akan tetapi
mahasiswa juga dapat melakukannya. Mahasiswa sebagai
bagian dari bangsa Indonesia
berkewajiban mengisi kemerdekaan sesuai dengan hati nurani rakyat yang mencita-citakan
terlaksananya kebenaran, keadilan sosial, dan kesejahteraan umum yang
berdasarkan Pancasila. Mengembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa
merupakan salah satu solusi yang dapat membuka kesejahteraan bagi setiap
individu.
Rumah Entrepreneur adalah organisasi
kemahasiswaan di lingkungan Politeknik LP3I Jakarta Kampus Bekasi yang
merupakan wadah pembinaan mahasiswa/i untuk membentuk
pengusaha muda yang berkarakter positif, kreatif, inovatif, memiliki jiwa
sosial dan berjiwa pemimpin. Rumah Entrepreneur
sebagai bagian dari rakyat Indonesia menyadari hak, kewajiban, posisi, dan
perannya dalam baktinya pada tanah air, bangsa, dan almamater dengan cara
belajar berwirausaha untuk menjadi pengusaha yang dapat memajukan bangsa. Rumah Entrepreneur didirikan pada
tanggal 10 Juni 2014 untuk jangka waktu yang tidak ditetapkan. Organisasi
kemahasiswaan ini bertempat di Politeknik LP3I Jakarta Kampus Bekasi Jl.
Jendral Sudirman A 1-2 Grand Mall Bekasi. Rumah
Entrepreneur Politeknik LP3I Jakarta Kampus Bekasi
merupakan Organisasi Kemahasiswaan mahasiswa yang dapat bekerjasama dengan
Organisasi Kemahasiswaan/Organisasi Kemahasiswaan lain atas dasar saling
menguntungkan. Organisasi Kemahasiswaan Rumah Entrepreneur berdasarkan
kekeluargaan yang saling menghormati hak serta kewajiban masing-masing anggota.
Organisasi Kemahasiswaan ini bertujuan untuk :
- Menumbuhkan
sikap kepeminpinan.
- Menumbuhkan
serta mengembangkan bakat dan jiwa wirausaha yang terpendam pada setiap
anggota.
- Merubah cara
pandang individu mengenai dunia wirausaha.
- Sebagai
wadah pengembangan bagi para pelaku usaha di lingkungan kampus.
- Menambah
wawasan manajemen dan akuntansi serta menerapkanya dalam berwirausaha.
Logo unit Organisasi Kemahasiswaan membentuk Rumah dengan tulisan RE dengan warna Merah dan Biru.
Arti warna dari logo Rumah Entrepreneur :
a.
Biru diartikan luas.
b.
Merah diartikan berani.
c.
Ukuran atribut dan pemakaian logo diatur dengan
ketentuan tersendiri.
d.
Seluruh anggota tidak berhak mengubah atau mengusik
logo dalam bentuk apapun.
e.
Penggunaan logo harus seizin pengurus inti Rumah Entrepreneur.
3.2. Visi Misi
3.2.1
Visi :
Memajukan Rumah
Entrepreneur dengan
membentuk pengusaha muda yang berkarakter positif, kreatif, inovatif, memiliki
jiwa sosial dan berjiwa pemimpin.
3.2.2 Misi :
- Menjadi
komponen kampus yang dapat memberikan suatu hal positif dengan dasar
kedisiplinan.
- Terlibat
aktif dalam kegiatan kewirausahaan di dalam maupun di luar kampus.
- Menjadi Unit
Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang dapat mengajukan dan memberikan aspirasi
terhadap kemajuan kampus.
- Mengadakan
acara untuk menambah kemampuan, keterampilan dan pengetahuan setiap
anggota.
- Selalu
menjunjung tinggi asas kekeluargaan untuk mewujudkan kesuksesan bersama.
- Membentuk
anggota yang berkualitas.
- Melakukan
kerjasama dengan berbagai pihak.
- Menjalankan
kegiatan yang berhubungan dengan kewirausahaan.
3.3. Struktur Organisasi
Gambar 3.1
Struktur Organisasi Rumah Entrepreneur
Sumber : Rumah Entrepreneur
Tugas Ketua
- Memimpin
dengan penuh rasa tanggung jawab dan bijaksana.
- Mengerahkan
seluruh anggota untuk melaksanakan program kerja.
- Melaksanakan
program kerja yang bersifat eksternal.
- Memperhatikan,
membina, membimbing, serta mengarahkan anggota.
- Bekerjasama
dengan Wakil Ketua dan pengurus lainnya serta anggota.
- Berhak mengambil
keputusan yang bijaksana terhadap kegiatan yang bersifat eksternal.
- Berhak
meminta pertanggung jawaban Wakil Ketua atas program kerja yang bersifat
internal.
- Berhak
meminta pertanggung jawaban pengurus lain atas tugas yang telah diberikan.
Tugas Wakil Ketua
- Mengadakan
hubungan kerjasama yang baik atas nama Rumah Entrepreneur Politeknik LP3I Jakarta Kampus Bekasi dengan
kampus lain atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kewirausahaan lainnya.
- Melaksanakan
program kerja yang bersifat internal dengan penuh rasa tanggung jawab.
- Mempertanggung
jawabkan kegiatan yang bersifat internal.
- Bekerjasama
dengan Ketua dalam menjalankan kegiatan Rumah Entrepreneur.
- Berhak
mengambil keputusan yang bijak terhadap kegiatan yang bersifat internal.
- Menggantikan
tugas Ketua apabila berhalangan.
Tugas Sekretaris
- Membuat
surat masuk dan surat keluar barang, produk atau inventaris.
- Membuat dan
menyusun arsip kegiatan Rumah Entrepreneur.
- Membuat
notulen rapat.
- Membuat buku
daftar anggota secara tertulis setiap akhir periode.
Tugas Bendahara
- Menyelenggarakan
pembukuan keuangan.
- Mengumpulkan
uang kas dari anggota.
- Bertanggung
jawab atas pemasukan dan pengeluaran uang.
- Membuat
laporan keuangan setiap akhir bulan dan diserahkan kepada Ketua.
- Bendahara 1
bagian pencatatan dan Bendahara 2 sebagai pemegang uang.
Tugas Divisi Diklat
1. Mengelola
pendaftaran calon anggota.
2. Membuat
program kerja selama satu periode.
3. Membuat,
merevisi serta mengembangkan kekurangan dan kelebihan yang ada di AD/ART.
4. Membuat
rencana pembekalan, pembinaan dan pendampingan bagi anggota.
5. Membantu
Ketua dan Wakil Ketua dalam menyampaikan dan mencari informasi yang bersifat
internal maupun eksternal.
6. Memfasilitasi
pengelolaan dalam rangka pembekalan, pembinaan dan pendampingan.
7. Ikut
serta dan mengawasi anggota Rumah Entrepreneur
pada setiap kegiatan.
Tugas Divisi Pengembangan
1. Melakukan
pendataan bagi para mahasiswa yang mempunyai usaha.
2. Melakukan
kegiatan usaha.
3. Menjadi
pusat bisnis dan informasi bagi kegiatan bisnis.
4. Berkerjasama
dengan mitra bisnis.
5. Membatu
memasarkan produk setiap anggota.
6. Mengelola penjualan
produk agar memenuhi target.
7. Menyusun rencana
penjualan.
8. Mengikuti dan
menganalisa perkembangan pasar.
9. Meningkatkan penjualan
produk anggota Rumah Entrepreneur.
10. Sebagai
pelaksana teknis kebijakan pimpinan dalam bidang usaha.
11. Menghimpun
dana baik dari dalam maupun dari luar dalam rangka menunjang kegiatan yang
bersifat internal maupun eksternal untuk kemudian menyerahkan pada bendahara.
12. Mencari data untuk
mengetahui seberapa besar kekuatan para pesaing usaha.
13. Membentuk
kelompok untuk usaha dan kunjungan usaha.
Tugas Divisi Operasional
- Menyusun
operasional.
- Mengkoordinasikan
dan memastikan operasional berjalan dengan baik.
- Membuat buku
absensi piket dan buku daftar hadir pada setiap kegiatan yang diadakan
baik internal maupun eksternal.
- Membuat
laporan secara tertulis pada setiap akhir periode.
- Memperhatikan,
membina, membimbing, serta mengarahkan stuktur yang mencakup operasional.
6.
Mengerahkan
seluruh bidang operasional untuk melaksanakan program kerja.
Divisi Dokumentasi dan Humas
1. Menyebarkan
informasi kegiatan kepada seluruh mahasiswa.
- Menjalin hubungan baik antara anggota dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) lain.
- Menjalin partisipasi aktif kepengurusan dengan
smua komponen kepengurusan yang ada.
- Mendokumentasikan segala bentuk kegiatan Rumah Entrepreneur.
- Membagikan dokumentasi di sosial media.
Divisi
Logistik
- Menyusun daftar inventaris
peralatan dan perlengkapan.
- Membuat laporan secara tertulis
pada setiap akhir periode.
3. Mencatat pemasukan dan pengeluaran
inventaris.
4. Mencatat apa yang dibutuhkan di
Rumah Entrepreneur.
5. Pembenahan dan pengecekan inventaris
ruang Rumah Entrepreneur.
Divisi Kegiatan
- Menyusun
jadwal kegiatan.
- Menyusun dan
membuat daftar piket.
- Dokumentasi
kegiatan diserahkan ke divisi bersangkutan.
- Membuat
laporan secara tertulis pada setiap akhir periode.
- Mengawasi
setiap kegiatan yang akan diadakan oleh Rumah Entrepreneur.
- Bertanggung
jawab atas kegiatannya yang akan dipertanggung jawabkan kepada Ketua.
Forum Diskusi
1. Memilih
pelaksana tugas (pemimpin diskusi, notulen dan dokumentasi) yang bertanggung
jawab dalam acara forum diskusi.
2. Mengajukan
tema dan kegiatan yang diadakan di forum diskusi.
3. Menyusun
acara.
4. Menetapkan
tempat pelaksanaan.
5. Mencatat
berapa orang yang hadir dan konfirmasi pada Divisi Kegiatan.
6. Membuat
laporan acara dan evaluasi.
Sharing
Class
1. Memilih
pelaksana tugas (pembicara atau narasumber, notulen dan dokumentasi) yang
bertanggung jawab dalam acara sharing class.
2. Mengajukan
tema dan kegiatan yang diadakan di sharing class.
3. Menyusun
acara.
4. Menetapkan
tempat pelaksanaan.
5. Mencatat
berapa orang yang hadir dan konfirmasi pada Divisi Kegiatan.
6. Membuat
laporan acara dan evaluasi.
BAB
IV
PEMBAHASAN
4.1.
Prosedur Penitipan Produk
Gambar 4.1
Flowchart Prosedur
Penitipan Produk
Sumber : Pribadi
1. Registrasi
Adalah
pendaftaran bagi calon penitip produk di Rumah Entrepreneur yang diperlukan untuk proses penitipan produk di Rumah
Entrepreneur. Pendaftaran ini
dilakukan oleh calon penitip produk kepada divisi Pengembangan Usaha. Fungsinya
adalah sebagai rekam jejak atau data valid untuk kepentingan organisasi.
2. Input
data
Memasukkan
data data yang diperlukan sebagai syarat untuk menitipkan produk di Rumah Entrepreneur, seperti : nama lengkap,
kelas, nama produk, harga produk, jumlah produk. Proses input data ini
dilakukan oleh petugas piket yang sedang bertugas di Rumah Entrepreneur / bisa juga dilakukan oleh anggota Rumah Entrepreneur lainnya yang kontaknya
tertera di mading Rumah Entrepreneur.
Fungsinya adalah sebagai pengenal data pemilik produk agar tidak tertukar
antara 1 dan lainnya.
3. Nomor
member
Adalah
nomor antrian yang berfungsi untuk pengambilan hasil penjualan oleh penitip
produk kepada petugas piket di Rumah Entrepreneur.
Nomor member terdiri dari tanggal, bulan menitipkan produk dan urutan orang
yang menitipkan produk di hari itu. Contoh : 17-8-4 => memiliki arti pemilik
produk adalah orang ke 4 yang menitipkan produk pada tanggal 17 bulan Agustus.
4. Input hasil
penjualan
Adalah
proses perhitungan yang dilakukan oleh petugas Rumah Entrepreneur menggunakan Ms.
Excel untuk meminimalisir kesalahan dalam perhitungan. Perhitungan ini
dilakukan setelah nomor member di berikan kepada petugas Rumah Entrepreneur atau bisa juga setelah
pemilik produk membuat appointment
untuk mengambil hasil penjualan pada waktu yang disepakati oleh keduanya.
5.
Profit
Setelah
proses perhitungan sudah selesai dilakukan maka uang hasil penjualan produk
tersebut dapat langsung di terima oleh pemilik produk. Keuntungan yang di dapat
oleh pemilik produk yang menitipkan produk di Rumah Entrepreneur adalah sepenuhnya hak mutlak bagi pemilik produk.
Namun pada syarat dan ketentuan yang berlaku, Rumah Entrepreneur menetapkan aturan untuk setiap orang yang menitipkan
produk di Rumah Entrepreneur akan
dikenakan pemotongan 10% dari hasil penjualan. Gunanya adalah untuk keperluan operasional Rumah Entrepreneur.
4.2.
Hambatan - Hambatan
Adapun
hambatan hambatan yang di hadapi oleh Rumah Entrepreneur
diantaranya :
1. Sulit
untuk mengawasi jalannya proses transaksi antara Rumah Entrepreneur dan pembeli.
2. Kurangnya
minat warga kampus untuk bersedia membuat produk dan menitipkan produknya di
Rumah Entrepreneur.
3. Masih
banyak yang belum mengetahui prosedur penitipan produk di Rumah Entrepreneur.
4.3.
Solusi
Adapun
solusi untuk menyelesaikan hambatan hambatan tersebut adalah :
1. Rumah Entrepreneur adalah organisasi yang
tentu memiliki anggota. Oleh karena itu, dapat dimanfaatkan keberadaan mereka untuk
sama sama membangun program kerja tersebut. Yaitu dengan cara membuat jadwal
piket dan piket secara bergiliran agar dapat
mengawasi proses transaksi yang terjadi pada ruang lingkup Rumah Entrepreneur.
2. Dilakukan
pembukuan atau pencatatan sederhana yang mudah untuk dipahami bagi pemilik
produk maupun juga Rumah Entrepreneur.
Tujuannya adalah untuk mempermudah dalam transaksi antara pihak pertama
(pemilik produk) dan pihak kedua (pemilik tempat).
3. Melakukan
sosialiasi setidak tidaknya di dalam kelas dari masing masing anggota Rumah Entrepreneur untuk mendorong minat dan
bakat mahasiswa kampus dalam dunia usaha.
4. Melakukan
pendekatan dan sosialiasi kepada mahasiswa/i yang minat untuk menitipkan produk
di Rumah Entrepreneur agar tahu dan
paham segala syarat dan ketentuan yang berlaku di Rumah Entrepreneur. Dibuat prosedur tersebut supaya semua berjalan sesuai
dengan aturannya.
BAB
V
PENUTUP
5.1.
Kesimpulan
Prosedur penitipan produk di Rumah
Entrepeneur memuat segala syarat, ketentuan yang berlaku sesuai dengan
kesepakatan para anggota anggota Rumah Entrerpeneur. Jelas masih sangat
sederhana, mengingat ini adalah organisasi kewirausahaan dalam kampus yang
secara tidak langsung telah mendukung kampus untuk lebih mendorong minat
mahasiswa/i untuk berwirausaha. Sudah cukup bagus karena sudah terkonsep dan
telah menerapkan berbagai ilmu yang telah di dapat selama berkuliah. Khususnya
dalam bidang marketing yang selalu menunjang unsur iklan, kualitas produk,
harga yang sesuai dan lain sebagainya.
5.2.
Saran-saran
Adanya Rumah Entrepeneur dalam dunia
kampus tentu sangat membantu mahasiswa/i yang memiliki bakat dan minat dalam
berwirausaha. Namun, sistemnya masih sangat sederhana. Masih banyak yang perlu
diperbaiki. Segala sesuatunya masih banyak menggunakan proses manual.
Pengawasannya masih kurang, sehingga butuh banyak dukungan dari pihak dan warga
kampus untuk sama sama membangun Rumah Entrepeneur sebagai wadah penyaluran
bakat bersama. Dan harus lebih ditingatkan lagi dalam memberdayakan sumber daya
manusia yang berkualitas.
DAFTAR PUSTAKA
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapushalo kak.. maaf pra tugas akhir ini apakah sudah banyak yg tahu ? Dan untuk LP3I kampus bekasi waktu ujian sidang dimana iya ka tempatnya ?
HapusHallo Annisa, sudah banyak yg tau kok hhe untuk sidang biasa kita ke kampus Pusat
HapusJadi, di Hari Ibu ini, mari kita rayakan cinta tak terbatas yang ibu berikan kepada kita. Ungkapkan rasa terima kasih, belai tangan mereka, dan ucapkan kata-kata sayang. Jadikan momen ini sebagai pengingat untuk selalu menghargai dan memuliakan peran ibu dalam kehidupan kita. https://rencanaumroh.com/
BalasHapus