Contoh Social Media Admin Portofolio / Portofolio Social Media Admin / Cara membuat portofolio / Cara membuat CV yang menarik

Gambar
  Hallo rekan rekan pembaca setia, kali ini aku mau sharing nih sekilas portofolio social media admin yang udah pernah kubuat. Portofolio ini berguna banget untuk kamu yang ingin apply pekerjaan di dunia content digital, digital marketing dan social media admin/ social media specialist. Singkat saja, tidak terlalu banyak tetapi yang terpenting adalah kamu bisa menunjukkan before dan after dari akun social media yang pernah kamu manage.      My   Social Media Admin   P O R T F O L I O   Created by : Ismi Amalia Romadhon 1. Linkedin 2. Shopee Seller 3. Instagram Sekian tampilan dari beberapa akun social media yang pernah aku manage, intinya jangan pernah anggap remeh akun akun social media yang pernah dimanage karena semua aktivitas akun yang sudah dicapai dan dilakukan adalah suatu pencapaian juga dan dapat diperhitungkan dalam menambah impresi audiens. Feel free to discuss in comment box ya.. See you

CONTOH PRA-TUGAS AKHIR D3 POLITEKNIK LP3I JAKARTA - Administrasi Bisnis

Hallooo dedek dedek yang lagi sibuk prepare untuk membuat Tugas akhir..
Disini aku mau berbaik hati untuk sedikit share Proposal pra Tugas Akhir aku, ini masuk mata kuliah Metodelogi Penelitian namanya. Happy enjoyyyy !! Untuk yg mau tanya tanya, silahkan komen aja......

YUKK,
CEKIDOT

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.              Latar Belakang Pemikiran
Tingkat pencari kerja di Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan ini terus diperkuat dengan adanya para lulusan baru (fresh graduate) pada setiap tahunnya. Dari mulai tingkat SMA, SMK maupun Strata dan juga ada faktor lain seperti meningkatnya penduduk di ibukota besar, Jakarta misalnya. Peningkatan ini terjadi juga karena adanya perpindahan penduduk dari wilayah desa ke wilayah kota. Hal ini terjadi karena masih menjadi budaya di Indonesia tentang pemikiran bahwa setiap orang yang ingin sukses maka harus pindah ke wilayah yang lebih baik. Jabodetabek masih menjadi primadona bagi para penduduk desa yang rela mengadu nasib dengan harapan untuk mendapat kehidupan yang lebih baik dari pada hidup di desa. Penyebab utama dari fenomena ini tentu berlandaskan keadaan ekonomi yang memaksa mereka untuk melakukan hal tanpa memikirkan hambatan dan ancaman yang akan mereka hadapi ketika hidup di ibukota nanti. Kebanyakan dari mereka beranggapan bahwa kehidupan di ibukota akan membawa mereka ke arah sukses dan sejahtera. Ini merupakan suatu tugas yang sangat besar bagi pemerintah untuk menanggulangi tingkat kepadatan penduduk yang berujung kepada pencari kerja secara massal hingga meningkatnya pengangguran intelektual.
Kinerja pemerintah setempat dalam penyerapan tenaga kerja di kota kota besar memang sudah cukup maximal, akan tetapi masih akan kurang maximal apabila jumlah kepadatan penduduk terlalu besar dari pada jumlah kuota yang tersedia untuk penyerapan tenaga kerja. Penting bagi kita untuk membuat suatu wadah untuk dapat menyalurkan bakat dan minat seseorang untuk berwirausaha, tentu agar terciptanya suatu hal yang baru yaitu ekonomi mandiri tanpa harus bersusah payah mencari pekerjaan untuk terus melangsungkan kehidupan. Dan juga bisa dijadikan suatu kegiatan alternatif yang produktif untuk mendapat tambahan pendapatan. Untuk itu penting bagi organisasi Rumah Entrepreneur memberikan kesempatan bagi mahasiswa kampus untuk bebas membuat produk dan menitipkan produknya dengan sistem konsiyansi.
Dari latar belakang inilah saya mengambil judul “Prosedur penitipan produk pada Rumah Entrepreneuruntuk dapat membagi informasi mengenai tata cara pelaksanaan mengenai hal tersebut.

1.2.       Alasan pemilihan objek

Adapun alasan untuk memilih objek di Rumah Entrepreneur di divisi Pengembangan usaha dikarenakan penulis sebagai anggota aktif pada organisasi tersebut dan memudahkan penulis untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan.

1.3.    Tujuan dan Manfaat Penulisan

1.3.1.   Adapun tujuan penulisan ini adalah :

1.    Untuk mengetahui Prosedur Penitipan Produk pada Rumah Entrepreneur.
2.    Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dialami dalam Prosedur Penitipan Produk pada Rumah Entrepreneur.
3.    Untuk mengetahui solusi-solusi yang dilakukan dalam menyelesaikan hambatan-hambatan Prosedur Penitipan Produk pada Rumah Entrepreneur.

1.3.2.   Manfaat Penulisan

Penulis berharap agar penulis ini dapat bermanfaat bagi beberapa pihak antara lain :
1.    Bagi Penulis
Dalam lapoaran Tugas Akhir ini dapat mengaplikasikan ilmu yang di dapat pada bangku kuliah di Politeknik LP3I Jakarta Kampus Bekasi. Selain itu sebagai tambahan dan informasi mengenai promosi serta masalah masalah yang dihadapi.
2.    Bagi Rumah Entrepreneur
Laporan ini dapat djadikan tambahan informasi secara objektif kepada Rumah Entrepreneur, mengenai kegiatan promosi yang telah dilaksanakan, sehingga Rumah Entrepreneur dapat meningkatkan kinerjanya khususnya divisi Pengembangan Usaha.
3.    Bagi Dunia Pendidikan
Laporan ini dapat di gunakan sebagai informasi, khasanah wacana ke perusahaan serta dapat digunakan sebagai referensi bagi penelitiam selanjutnya.




1.4.        Rumusan Masalah

Berdasarkan judul di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
1.    Bagaimana prosedur penitipan produk pada Rumah Entrepreneur ?
2.    Hambatan hambatan apa yang terjadi dalam prosedur penitipan produk pada Rumah Entrepreneur ?
3.    Bagaimana solusi yang dilakukan dalam menyelesaikan hambatan di Rumah Entrepreneur ?

1.5.       Batasan Masalah

Penulis membatasi masalah hanya pada prosedur penitipan produk pada Rumah Entrepreneur. Dikarenakan penulis hanya melakukan observasi pada melakukan observasi pada kegiatan penitipan produk saja bidang tersebut.

1.6.       Metodelogi Penulisan

Metodelogi yang digunakan dalam “Prosedur Penitipan Produk pada Rumah Entrepreneur” adalah sebagai berikut :

1.    Studi Lapangan
Yaitu melakukan observasi pada Rumah Entrepreneur serta mengumpulkan data-data yag dibutuhkan sesuai dengan objek yang dikaji yaitu observasi dan wawancara langsung dengan narasumber
2.    Studi Pustaka
Yaitu teori-teori hasil pembelajaran literature, buku-buku penunjang kajian, catatan-catatan maupun referensi lain yang bersifat tertulis.

1.7.        Sistemastika Penulisan

Dalam penulisan ini, penulis membagi organisasi karangan ke dalam 5 bab, setiap bab terdiri atas beberapa bagian yang dirinci dengan bagian yang lebih kecil.


BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab ini mengemukakan tentang latar belakang masalah, alasan pemilihan objek, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan dan manfaat penulisan, metodelogi penulisan, sistematika penulisan.

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
Merupakan dasar dari teori ilmu pengetahuan pelengkap yang berkaitan dengan pokok permsalahan. Pada bab ini diuraikan mengenai pengertian prosedur, pengertian penitipan, pengertian produk.

BAB III : PROFIL RUMAH ENTREPRENEUR
Dalam bab ini diuraikan tentang segala sesuatu yang terkait dengan sejarah singkat Rumah Entrepreneur, visi dan misi, Struktur organisasi Rumah Entrepreneur.

BAB IV : PEMBAHASAN
Pada bab ini penulis melakukan kajian mengenai prosedur pada Rumah Entrepreneur, Hambatan-hambatan yang dihadapi dalam prosedur penitipan produk dan solusi yang dilakukan dalam menghadapi hambatan atau masalah.

BAB V : PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan dan saran-saran yang berguna bagi Rumah Entrepreneur sebagai bahan masukan dalam pengambilan keputusan.


                




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Prosedur
Menurut Wikipedia :           
“Prosedur adalah serangkaian aksi yang spesifik, tindakan atau operasi yang harus dijalankan atau dieksekusi dengan cara yang baku (sama) agar selalu memperoleh hasil yang sama dari keadaan yang sama, semisal prosedur kesehatan dan keselamatan kerja, Prosedur Masuk Sekolah, Prosedur berangkat sekolah, dan sebagainya”

Menurut Ida Nuraida :        
“Prosedur adalah urutan langkah-langkah (atau pelaksanaan-pelaksanaan pekerjaan), di mana pekerjaan tersebut dilakukan, berhubungan dengan apa yang dilakukan, bagaimana melakukannya, bilamana melakukannya, di mana melakukannya, dan siapa yang melakukannya.



Menurut A.S. Moenir :
Prosedur umum, yaitu prosedur-prosedur yang menyangkut bidang pekerjaan yang bersifat umum (general) dan berlaku secara nasional yang menjadi tanggung jawab Manajer atas. Prosedur umum ini kadang-kadang demikian luas berlakunya sehingga melampaui batas-batas nasional.
Prosedur khusus (lokal), yaitu prosedur yang dibuat dan hanya berlaku secara lokal artinya untuk lingkungan tertentu, yang menjadi tanggung jawab manajer di tempat itu (atas, menengah atau bawah, tergantung luas lingkup prosedur itu).


2.2. Pengertian Penitipan
Menurut KB :
Penitipan adalah bailment yaitu penyerahan barang kepada seseorang yang dipercaya dengan syarat barang tersebut akan dikembalikan apabila tujuan penjaminan atas barang tersebut telah selesai dilaksanakan; penyimpan bertanggung jawab atas keamanan barang yang dissimpankan tersebut”



2.3. Pengertian Produk
Menurut Kotler :
“Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. Secara konseptual produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas sesuatu yang bisa ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan kegiatan konsumen, sesuai dengan kompetensi dan kapasitas organisasi serta daya beli pasar”
Menurut Kotler dan Keller (2008) :
Produk adalah elemen kunci dalam keseluruhan penawaran pasar. Selain itu produk dapat pula didefinisikan sebagai persepsi konsumen yang dijabarkan oleh produsen melalui hasil produksinya (Tjiptono, 2008).




BAB III
PROFIL ORGANISASI
3.1. Sejarah Organisasi Rumah Entrepreneur
Pada masa pembangunan dan era perdagangan global saat ini, sangat dibutuhkan mental dan kemampuan wirausaha agar Indonesia mampu bersaing dengan dunia luar. Wirausaha tidak hanya untuk orang yang memiliki banyak modal, akan tetapi mahasiswa juga dapat melakukannya. Mahasiswa  sebagai   bagian   dari   bangsa   Indonesia berkewajiban mengisi kemerdekaan sesuai dengan hati nurani rakyat yang mencita-citakan terlaksananya kebenaran, keadilan sosial, dan kesejahteraan umum yang berdasarkan Pancasila. Mengembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa merupakan salah satu solusi yang dapat membuka kesejahteraan bagi setiap individu.
Rumah Entrepreneur adalah organisasi kemahasiswaan di lingkungan Politeknik LP3I Jakarta Kampus Bekasi yang merupakan wadah pembinaan mahasiswa/i untuk membentuk pengusaha muda yang berkarakter positif, kreatif, inovatif, memiliki jiwa sosial dan berjiwa pemimpin. Rumah Entrepreneur sebagai bagian dari rakyat Indonesia menyadari hak, kewajiban, posisi, dan perannya dalam baktinya pada tanah air, bangsa, dan almamater dengan cara belajar berwirausaha untuk menjadi pengusaha yang dapat memajukan bangsa. Rumah Entrepreneur  didirikan pada tanggal 10 Juni 2014 untuk jangka waktu yang tidak ditetapkan. Organisasi kemahasiswaan ini bertempat di Politeknik LP3I Jakarta Kampus Bekasi Jl. Jendral Sudirman A 1-2 Grand Mall Bekasi. Rumah Entrepreneur  Politeknik LP3I Jakarta Kampus Bekasi merupakan Organisasi Kemahasiswaan mahasiswa yang dapat bekerjasama dengan Organisasi Kemahasiswaan/Organisasi Kemahasiswaan lain atas dasar saling menguntungkan. Organisasi Kemahasiswaan Rumah Entrepreneur  berdasarkan kekeluargaan yang saling menghormati hak serta kewajiban masing-masing anggota. Organisasi Kemahasiswaan ini bertujuan untuk :
  1. Menumbuhkan sikap kepeminpinan.
  2. Menumbuhkan serta mengembangkan bakat dan jiwa wirausaha yang terpendam pada setiap anggota.
  3. Merubah cara pandang individu mengenai dunia wirausaha.
  4. Sebagai wadah pengembangan bagi para pelaku usaha di lingkungan kampus.
  5. Menambah wawasan manajemen dan akuntansi serta menerapkanya dalam berwirausaha.
Logo unit Organisasi Kemahasiswaan membentuk Rumah dengan tulisan RE dengan warna Merah dan Biru.
Arti warna dari logo Rumah Entrepreneur :
a.       Biru diartikan luas.
b.      Merah diartikan berani.
c.       Ukuran atribut dan pemakaian logo diatur dengan ketentuan tersendiri.
d.      Seluruh anggota tidak berhak mengubah atau mengusik logo dalam bentuk apapun.
e.       Penggunaan logo harus seizin pengurus inti Rumah Entrepreneur.

3.2. Visi Misi
3.2.1 Visi :
Memajukan Rumah Entrepreneur dengan membentuk pengusaha muda yang berkarakter positif, kreatif, inovatif, memiliki jiwa sosial dan berjiwa pemimpin.
3.2.2 Misi :                                                       
  1. Menjadi komponen kampus yang dapat memberikan suatu hal positif dengan dasar kedisiplinan.
  2. Terlibat aktif dalam kegiatan kewirausahaan di dalam maupun di luar kampus.
  3. Menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang dapat mengajukan dan memberikan aspirasi terhadap kemajuan kampus.
  4. Mengadakan acara untuk menambah kemampuan, keterampilan dan pengetahuan setiap anggota.
  5. Selalu menjunjung tinggi asas kekeluargaan untuk mewujudkan kesuksesan bersama.
  6. Membentuk anggota yang berkualitas.
  7. Melakukan kerjasama dengan berbagai pihak.
  8. Menjalankan kegiatan yang berhubungan dengan kewirausahaan.



3.3. Struktur Organisasi

Gambar 3.1
Struktur Organisasi Rumah Entrepreneur
Sumber : Rumah Entrepreneur

Tugas Ketua
  1. Memimpin dengan penuh rasa tanggung jawab dan bijaksana.
  2. Mengerahkan seluruh anggota untuk melaksanakan program kerja.
  3. Melaksanakan program kerja yang bersifat eksternal.
  4. Memperhatikan, membina, membimbing, serta mengarahkan anggota.
  5. Bekerjasama dengan Wakil Ketua dan pengurus lainnya serta anggota.
  6. Berhak mengambil keputusan yang bijaksana terhadap kegiatan yang bersifat eksternal.
  7. Berhak meminta pertanggung jawaban Wakil Ketua atas program kerja yang bersifat internal.
  8. Berhak meminta pertanggung jawaban pengurus lain atas tugas yang telah diberikan.
Tugas Wakil Ketua
  1. Mengadakan hubungan kerjasama yang baik atas nama Rumah Entrepreneur Politeknik LP3I Jakarta Kampus Bekasi dengan kampus lain atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kewirausahaan lainnya.
  2. Melaksanakan program kerja yang bersifat internal dengan penuh rasa tanggung jawab.
  3. Mempertanggung jawabkan kegiatan yang bersifat internal.
  4. Bekerjasama dengan Ketua dalam menjalankan kegiatan Rumah Entrepreneur.
  5. Berhak mengambil keputusan yang bijak terhadap kegiatan yang bersifat internal.
  6. Menggantikan tugas Ketua apabila berhalangan.
Tugas Sekretaris
  1. Membuat surat masuk dan surat keluar barang, produk atau inventaris.
  2. Membuat dan menyusun arsip kegiatan Rumah Entrepreneur.
  3. Membuat notulen rapat.
  4. Membuat buku daftar anggota secara tertulis setiap akhir periode.



Tugas Bendahara
  1. Menyelenggarakan pembukuan keuangan.
  2. Mengumpulkan uang kas dari anggota.
  3. Bertanggung jawab atas pemasukan dan pengeluaran uang.
  4. Membuat laporan keuangan setiap akhir bulan dan diserahkan kepada Ketua.
  5. Bendahara 1 bagian pencatatan dan Bendahara 2 sebagai pemegang uang.
Tugas Divisi Diklat
1.    Mengelola pendaftaran calon anggota.
2.    Membuat program kerja selama satu periode.
3.    Membuat, merevisi serta mengembangkan kekurangan dan kelebihan yang ada di AD/ART.
4.    Membuat rencana pembekalan, pembinaan dan pendampingan bagi anggota.
5.    Membantu Ketua dan Wakil Ketua dalam menyampaikan dan mencari informasi yang bersifat internal maupun eksternal.
6.    Memfasilitasi pengelolaan dalam rangka pembekalan, pembinaan dan pendampingan.
7.    Ikut serta dan mengawasi anggota Rumah Entrepreneur pada setiap kegiatan.
Tugas Divisi Pengembangan
1.      Melakukan pendataan bagi para mahasiswa yang mempunyai usaha.
2.      Melakukan kegiatan usaha.
3.      Menjadi pusat bisnis dan informasi bagi kegiatan bisnis.
4.      Berkerjasama dengan mitra bisnis.
5.      Membatu memasarkan produk setiap anggota.
6.      Mengelola penjualan produk agar memenuhi target.
7.      Menyusun rencana penjualan.
8.      Mengikuti dan menganalisa perkembangan pasar.
9.      Meningkatkan penjualan produk anggota Rumah Entrepreneur.
10.  Sebagai pelaksana teknis kebijakan pimpinan dalam bidang usaha.
11.  Menghimpun dana baik dari dalam maupun dari luar dalam rangka menunjang kegiatan yang bersifat internal maupun eksternal untuk kemudian menyerahkan pada bendahara.
12.  Mencari data untuk mengetahui seberapa besar kekuatan para pesaing usaha.
13.  Membentuk kelompok untuk usaha dan kunjungan usaha.
Tugas Divisi Operasional
  1. Menyusun operasional.
  2. Mengkoordinasikan dan memastikan operasional berjalan dengan baik.
  3. Membuat buku absensi piket dan buku daftar hadir pada setiap kegiatan yang diadakan baik internal maupun eksternal.
  4. Membuat laporan secara tertulis pada setiap akhir periode.
  5. Memperhatikan, membina, membimbing, serta mengarahkan stuktur yang mencakup operasional.
6.    Mengerahkan seluruh bidang operasional untuk melaksanakan program kerja.
Divisi Dokumentasi dan Humas
1.      Menyebarkan informasi kegiatan kepada seluruh mahasiswa.
  1. Menjalin hubungan baik antara anggota dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) lain.
  2. Menjalin partisipasi aktif kepengurusan dengan smua komponen kepengurusan yang ada.
  3. Mendokumentasikan segala bentuk kegiatan Rumah Entrepreneur.
  4. Membagikan dokumentasi di sosial media.
Divisi Logistik
  1. Menyusun daftar inventaris peralatan dan perlengkapan.
  2. Membuat laporan secara tertulis pada setiap akhir periode.
3.      Mencatat pemasukan dan pengeluaran inventaris.
4.      Mencatat apa yang dibutuhkan di Rumah Entrepreneur.
5.      Pembenahan dan pengecekan inventaris ruang Rumah Entrepreneur.
Divisi Kegiatan
  1. Menyusun jadwal kegiatan.
  2. Menyusun dan membuat daftar piket.
  3. Dokumentasi kegiatan diserahkan ke divisi bersangkutan.
  4. Membuat laporan secara tertulis pada setiap akhir periode.
  5. Mengawasi setiap kegiatan yang akan diadakan oleh Rumah Entrepreneur.
  6. Bertanggung jawab atas kegiatannya yang akan dipertanggung jawabkan kepada Ketua.
Forum Diskusi
1.    Memilih pelaksana tugas (pemimpin diskusi, notulen dan dokumentasi) yang bertanggung jawab dalam acara forum diskusi.
2.    Mengajukan tema dan kegiatan yang diadakan di forum diskusi.
3.    Menyusun acara.
4.    Menetapkan tempat pelaksanaan.
5.    Mencatat berapa orang yang hadir dan konfirmasi pada Divisi Kegiatan.
6.    Membuat laporan acara dan evaluasi.

Sharing Class

1.    Memilih pelaksana tugas (pembicara atau narasumber, notulen dan dokumentasi) yang bertanggung jawab dalam acara sharing class.
2.    Mengajukan tema dan kegiatan yang diadakan di sharing class.
3.    Menyusun acara.
4.    Menetapkan tempat pelaksanaan.
5.    Mencatat berapa orang yang hadir dan konfirmasi pada Divisi Kegiatan.
6.    Membuat laporan acara dan evaluasi.









BAB IV
PEMBAHASAN

4.1. Prosedur Penitipan Produk



Gambar 4.1
Flowchart Prosedur Penitipan Produk
Sumber : Pribadi




1.    Registrasi
Adalah pendaftaran bagi calon penitip produk di Rumah Entrepreneur yang diperlukan untuk proses penitipan produk di Rumah Entrepreneur. Pendaftaran ini dilakukan oleh calon penitip produk kepada divisi Pengembangan Usaha. Fungsinya adalah sebagai rekam jejak atau data valid untuk kepentingan organisasi.

2.    Input data
Memasukkan data data yang diperlukan sebagai syarat untuk menitipkan produk di Rumah Entrepreneur, seperti : nama lengkap, kelas, nama produk, harga produk, jumlah produk. Proses input data ini dilakukan oleh petugas piket yang sedang bertugas di Rumah Entrepreneur / bisa juga dilakukan oleh anggota Rumah Entrepreneur lainnya yang kontaknya tertera di mading Rumah Entrepreneur. Fungsinya adalah sebagai pengenal data pemilik produk agar tidak tertukar antara 1 dan lainnya.

3.    Nomor member
Adalah nomor antrian yang berfungsi untuk pengambilan hasil penjualan oleh penitip produk kepada petugas piket di Rumah Entrepreneur. Nomor member terdiri dari tanggal, bulan menitipkan produk dan urutan orang yang menitipkan produk di hari itu. Contoh : 17-8-4 => memiliki arti pemilik produk adalah orang ke 4 yang menitipkan produk pada tanggal 17 bulan Agustus.

4.    Input hasil penjualan
Adalah proses perhitungan yang dilakukan oleh petugas Rumah Entrepreneur menggunakan Ms. Excel untuk meminimalisir kesalahan dalam perhitungan. Perhitungan ini dilakukan setelah nomor member di berikan kepada petugas Rumah Entrepreneur atau bisa juga setelah pemilik produk membuat appointment untuk mengambil hasil penjualan pada waktu yang disepakati oleh keduanya.

5.    Profit
Setelah proses perhitungan sudah selesai dilakukan maka uang hasil penjualan produk tersebut dapat langsung di terima oleh pemilik produk. Keuntungan yang di dapat oleh pemilik produk yang menitipkan produk di Rumah Entrepreneur adalah sepenuhnya hak mutlak bagi pemilik produk. Namun pada syarat dan ketentuan yang berlaku, Rumah Entrepreneur menetapkan aturan untuk setiap orang yang menitipkan produk di Rumah Entrepreneur akan dikenakan pemotongan 10% dari hasil penjualan. Gunanya adalah untuk keperluan operasional Rumah Entrepreneur.

4.2. Hambatan - Hambatan

Adapun hambatan hambatan yang di hadapi oleh Rumah Entrepreneur diantaranya :
1.    Sulit untuk mengawasi jalannya proses transaksi antara Rumah Entrepreneur dan pembeli.
2.    Kurangnya minat warga kampus untuk bersedia membuat produk dan menitipkan produknya di Rumah Entrepreneur.
3.    Masih banyak yang belum mengetahui prosedur penitipan produk di Rumah Entrepreneur.




4.3. Solusi

Adapun solusi untuk menyelesaikan hambatan hambatan tersebut adalah :

1.    Rumah Entrepreneur adalah organisasi yang tentu memiliki anggota. Oleh karena itu, dapat dimanfaatkan keberadaan mereka untuk sama sama membangun program kerja tersebut. Yaitu dengan cara membuat jadwal piket dan piket secara bergiliran agar dapat  mengawasi proses transaksi yang terjadi pada ruang lingkup Rumah Entrepreneur.
2.    Dilakukan pembukuan atau pencatatan sederhana yang mudah untuk dipahami bagi pemilik produk maupun juga Rumah Entrepreneur. Tujuannya adalah untuk mempermudah dalam transaksi antara pihak pertama (pemilik produk) dan pihak kedua (pemilik tempat).
3.    Melakukan sosialiasi setidak tidaknya di dalam kelas dari masing masing anggota Rumah Entrepreneur untuk mendorong minat dan bakat mahasiswa kampus dalam dunia usaha.
4.    Melakukan pendekatan dan sosialiasi kepada mahasiswa/i yang minat untuk menitipkan produk di Rumah Entrepreneur agar tahu dan paham segala syarat dan ketentuan yang berlaku di Rumah Entrepreneur. Dibuat prosedur tersebut supaya semua berjalan sesuai dengan aturannya.




BAB V
PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Prosedur penitipan produk di Rumah Entrepeneur memuat segala syarat, ketentuan yang berlaku sesuai dengan kesepakatan para anggota anggota Rumah Entrerpeneur. Jelas masih sangat sederhana, mengingat ini adalah organisasi kewirausahaan dalam kampus yang secara tidak langsung telah mendukung kampus untuk lebih mendorong minat mahasiswa/i untuk berwirausaha. Sudah cukup bagus karena sudah terkonsep dan telah menerapkan berbagai ilmu yang telah di dapat selama berkuliah. Khususnya dalam bidang marketing yang selalu menunjang unsur iklan, kualitas produk, harga yang sesuai dan lain sebagainya.

5.2. Saran-saran

Adanya Rumah Entrepeneur dalam dunia kampus tentu sangat membantu mahasiswa/i yang memiliki bakat dan minat dalam berwirausaha. Namun, sistemnya masih sangat sederhana. Masih banyak yang perlu diperbaiki. Segala sesuatunya masih banyak menggunakan proses manual. Pengawasannya masih kurang, sehingga butuh banyak dukungan dari pihak dan warga kampus untuk sama sama membangun Rumah Entrepeneur sebagai wadah penyaluran bakat bersama. Dan harus lebih ditingatkan lagi dalam memberdayakan sumber daya manusia yang berkualitas.

DAFTAR PUSTAKA







Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo kak.. maaf pra tugas akhir ini apakah sudah banyak yg tahu ? Dan untuk LP3I kampus bekasi waktu ujian sidang dimana iya ka tempatnya ?

      Hapus
    2. Hallo Annisa, sudah banyak yg tau kok hhe untuk sidang biasa kita ke kampus Pusat

      Hapus
  2. Jadi, di Hari Ibu ini, mari kita rayakan cinta tak terbatas yang ibu berikan kepada kita. Ungkapkan rasa terima kasih, belai tangan mereka, dan ucapkan kata-kata sayang. Jadikan momen ini sebagai pengingat untuk selalu menghargai dan memuliakan peran ibu dalam kehidupan kita. https://rencanaumroh.com/

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

CONTOH KKI (KULIAH KERJA INDUSTRI) - POLITEKNIK LP3I JAKARTA KAMPUS BEKASI ( D3-TEKNIK INFORMATIKA )

Contoh KKI (KULIAH KERJA INDUSTRI) - POLITEKNIK LP3I JAKARTA KAMPUS BEKASI (D3 ADMINISTRASI BISNIS)